GAGAKRIMANGFM.ID - Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Rasmiyana, mengatakan, dua pekan di bulan September 2025, total ada 20 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terdeteksi di Kabupaten Blora.
Meski demikian sudah ditindak lanjuti
pengobatan, edukasi pada masyarakat untuk penanganan PMK agar ternak-ternak
yang terjangkit bisa terselamatkan.
Lebih lanjut, Rasmiyana menjelaskan, sebaran
kasus PMK paling banyak terjadi di Kecamatan Jepon. Kemudian ada juga di
Kecamatan Jiken, di Kecamatan Randublatung.
Menurut Rasmiyana, lonjakan kasus terjadi di
September ini, sebab bulan-bulan sebelumnya cenderung landai. Bahkan, Agustus
nol kasus PMK.
Rasmiyana menyebut salah satu faktor
terjadinya lonjakan kasus PMK di Blora yakni kondisi cuaca.
Beberapa hari ini kita jumpai curah hujan
dengan cuaca lembab, itu memang sangat mendukung untuk perkembangan virus
PMK."
Kemudian yang juga perlu diwaspadai, lalu
lintas ternak dari pasar hewan itu bisa berasal dari lintas kabupaten dan
lintas provinsi.
Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya untuk
mencegah terjadinya lonjakan kasus PMK di Blora, dengan vaksinasi dan melakukan
giat ke pasar-pasar hewan yang ada.

.jpg)
.jpg)
Komentar0