GAGAKRIMANGFM.ID - Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Pasar Tradisional Sido Makmur Blora nampak lebih ramai dari biasanya.
Pada
Senin
pagi, para
pedagang bahan takjil seperti cincau hitam, kolang-kaling, dan cendol mulai
diserbu pembeli yang berburu bahan hidangan berbuka puasa.
Sumisah,
salah satu pedagang asal Kajangan, Blora, mengungkapkan bahwa dirinya harus
meningkatkan stok dagangan berkali-kali lipat demi memenuhi lonjakan
permintaan.
Untuk
cincau hitam, Sumisah yang biasanya hanya menyediakan 10 hingga 15 blek, kini
menambah persediaannya hingga 20 sampai 25 blek per hari.
Ia
menyebut, Selama Ramadan ini memang harus tambah stok. Satu blek harganya
Rp75.000,00, tapi pembeli bebas membeli potongan kecil sesuai kebutuhan dan
keuangan mereka.
Selain
cincau, kolang-kaling juga menjadi primadona. Meski komoditas ini berasal dari
Medan, Sumisah mengaku mendapat pasokan rutin melalui distributor dari
Kabupaten Boyolali.
Harga
yang ditawarkan pun variatif, menyesuaikan takaran dan minat para pelanggan.
Para
pembeli mengaku sengaja datang pagi-pagi untuk mendapatkan bahan yang segar.
Mereka
berencana mengolah bahan-bahan tersebut menjadi kolak atau es campur, baik
untuk konsumsi pribadi maupun dibagikan sebagai takjil ke masjid-masjid
terdekat.
Sofi, salah satu pengunjung pasar setempat mengatakan, cincau dan kolang-kaling ini wajib ada kalau buka puasa. Biasanya dimasak campuran untuk dibuat takjil atau dibagikan ke masjid.

.jpg)
.jpg)
Komentar0