GAGAKRIMANGFM.ID - Tahun pertama pada periode kepemimpinan Bupati Blora Arief Rohman langsung turunkan angka kemiskinan. Kini di angka 10,58 persen. Data ini berdasarkan laporan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Blora.
Bupati
Blora Arief Rohman menjelaskan penurunan ini signifikan. Sebab pada 2023, angka
kemiskinan 11,49 persen. Kemudian pada 2024 kembali berhasil ditekan menjadi
11,42.
Kemudian
2025 saat ini berhasil turun menjadi 10,58. Kemudian secara penduduk miskin
jumlahnya turun dari 99,14 ribu penduduk pada 2024 turun menjadi 92,01 ribu
penduduk pada 2025.
Artinya
sebanyak 1.882 masyarakat tergraduasi dari kemiskinan.
Penurunan
yang signifikan ini tidak terjadi tiba-tiba. Melainkan ada intervensi dan peran
dari program-program yang dilakukan pemerintah.
Di
antaranya seperti pembangunan 1.102 unit rumah tidak layak huni (RTLH).
Sehingga masyarakat dapat menempati hunian yang lebih layak, aman, dan sehat.
Dari
sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi kabupaten Blora mencapai 7,51 persen.
Meningkat signifikan dibandingkan pada 2024 lalu yang hanya 3,04 persen.
Capaian
ini mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi daerah serta dampak positif
pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor sektor produktif.
Ini menjadi
jawaban juga, bahwa kondisi Blora itu aman dan terkendali serta harus kita jaga bersama.
Bupati
Arief juga sampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati yang sudah mengawal
terkait pengentasan kemiskinan dan sebagainya.
Selain
itu, kualitas pembangunan daerah terus mengalami penguatan. Ditunjukkan dengan
indeks pembangunan manusia (IPM) 72,35. Indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH)
75,61.
Dan indeks inovasi daerah mencapai 91,68. Sebagai indikator keberhasilan pembangunan manusia, lingkungan, dan tata kelola pemerintahan yang inovatif.

.jpg)
.jpg)
Komentar0