TSG8GfCiTfz0Gpz7BSYoTUrpGA==

Bupati Arief Minta Perbaikan Jalan Dikebut Sebelum Mudik


GAGAKRIMANGFM.ID
- Pemerintah Kabupaten Blora bersama jajaran Polres Blora menyelenggarakan rapat koordinasi lintas sektoral untuk pengamanan Lebaran 1447 H, Senin (2/3).


Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, bersama Wakil Bupati, Hajah Sri Setyorini,  Kapolres, Kajari, Ketua DPRD dan perwakilan Forkopimda lainnya itu, diikuti seluruh OPD terkait, hingga BUMN dan BUMD, serta jajaran Kapolsek. Bertempat di Gedung Iwan Ibrahim Mapolres Blora. 


Dalam arahannya, Bupati Arief menyoroti pentingnya perbaikan jalan menjelang musim mudik lebaran. Dirinya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bisa segera melaksanakan perbaikan jalan.


“Tolong Pak Huda (Plt. Kepala DPUPR) untuk segera melakukan perbaikan jalan-jalan yang menjadi jalur utama mudik. Laporan dari masyarakat untuk segera ditindaklanjuti. Termasuk memetakan kerusakan jalan provinsi dan jalan nasional yang ada di wilayah Kabupaten Blora, agar bisa ikut diperbaiki. Tolong dikoordinasikan dengan DPU Jawa Tengah dan Balai Pelaksana Jalan Nasional,” ucap Bupati Arief Rohman.


Selain masalah jalan, Bupati juga menyoroti terkait kelangkaan LPG 3 kilogram yang masih dikeluhkan masyarakat. Pihaknya meminta agar Dindagkop UKM kembali mengupdate kondisi penyaluran LPG subsidi dari SPBE ke pangkalan hingga agen. Kalau memang di lapangan mengalami peningkatan permintaan, dirinya meminta agar dinas segera meminta tambahan kuota agar aman hingga selesai lebaran.


Di kesempatan itu, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nidzamudin Al Huda, menjelaskan, tahun ini bidang bina marga ada 30 paket pekerjaan perbaikan jalan.


“Tahun ini di DPUPR ada 30 paket pembangunan jalan. Sampai saat ini yang sudah berjalan baru dua yakni penanganan jalan longsor getas, dan pembetonan jalan Palon (yang sempat viral pekan lalu). Selebihnya masih proses dokumen untuk persiapan pelaksanaan pembangunan,” ujar Huda.


“Sedangkan untuk kesiapan mudik kali ini. Kami fokus untuk pemeliharaan titik-titik yang masih berlubang dahulu. Kami bentuk dua tim untuk melaksanakan pemeliharaan ruas- ruas utama jalan kabupaten. Ada tim Blora dan tim Cepu,” sambungnya.


“Selanjutnya untuk jalan provinsi yang masih rusak sudah kami koordinasikan dengan pihak DPUPR Jawa Tengah, dan mereka juga segera turun untuk melaksanakan perbaikan. Tinggal yang jalan nasional nanti kita koordinasikan kembali agar ruas yang masih berlubang bisa segera ditangangi sepanjang Rembang - Blora - Cepu batas Jawa Timur,” tambah Huda.


Untuk diketahui di wilayah Kabupaten Blora, ada 3 ruas jalan provinsi dan 1 ruas jalan nasional. Jalan Provinsi yang pertama ada di ruas Kunduran - Ngawen - Blora, kerusakan yang butuh penanganan mulai SMAN 1 Ngawen ke barat sampai Desa Jagong Kecamatan Kunduran. 


Kemudian Jalan Provinsi yang kedua ada di ruas Todanan - Japah - Ngawen, kerusakan masih dijumpai di Desa Cokrowati Kecamatan Todanan hingga Desa Tlogowungu Kecamatan Japah, dan mulai Desa Padaan Kecamatan Japah hingga desa Ngrambitan Kecamatan Japah.


Sementara Jalan Provinsi yang ketiga ruas Singget - Randublatung - Cepu, kerusakan masih ada mulai Kedhiren Randublatung sampai Kutukan Randublatung, dan Desa Sogo Kedungtuban ke barat.


Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto,  mendukung agar perbaikan jalan yang masih rusak agar segera dilaksanakan untuk kelancaran dan kenyamanan para pemudik.


“Kami dari jajaran Kepolisian juga akan menyiapkan Pos Pelayanan dan Pos Pengamanan Mudik Lebaran 1447 H dalam Operasi Ketupat Candi 2026. Operasi akan dimulai pada 11 Maret nanti. Tidak hanya mengamankan arus mudik namun juga kondusifitas wilayah selama Ramadhan hingga Lebaran,” ucap Kapolres Wawan.


Pihaknya juga meminta agar seluruh Kapolsek jajarannya untuk memberikan edukasi ke masyarakat terkait penggunaan sound sistem dalam membangunkan sahur yang dinilai mengganggu. 


“Sudah ada laporan masuk dari masyarakat, wilayah Ngawen dan menyusul Blora Kota. Tolong diberikan himbauan kepada masyarakat khususnya pemuda untuk tidak menggunakan sound sistem, karena mengganggu orang yang sakit, orang tua hingga bayi. Diarahkan kembali ke alat music tradisional saja,” tambahnya.


Rapat kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kondisi harga sembako dan ketersediaan energi, serta perhubungan darat. Termasuk kesiapan operasi pasar. *

Komentar0


 

Type above and press Enter to search.

Support Team

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp
Powered by credit Walive.my.id

Ada yang bisa saya bantu?