GAGAKRIMANGFM.ID - Sekitar 40 hektar lahan sawah pertanian yang ada di wilayah Kecamatan Blora khususnya di wilayah Karangjati dan sekitarnya, akan segera merasakan manfaat air irigasi dari Embung Karangjati yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Drs. Ahmad Luthfi, Senin (2/3/2026),
Dengan ketersediaan air tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan.
Gubernur meresmikan Embung Karangjati yang terletak di wilayah Kecamatan Blora itu, didampingi Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Forkopimda Blora, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah.
Dihadapan Gubernur dan Bupati, Karyono, salah satu petani dari Kelompok Tani Sidodadi Nglawiyan, Karangjati, mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi para petani adalah terkait dengan air irigasi. Sehingga mereka hanya bisa bercocok tanam pada masa tanam 1 (MT 1), sedangkan di masa tanam 2 (MT 2) hasilnya tidak optimal.
“Kami terima kasih sekali telah dibantu Embung oleh Gubernur Jawa Tengah Bapak Ahmad Luthfi, manfaat kaitannya dengan Embung ini untuk petani di Kelompok Tani Sidodadi Nglawiyan Karangjati disini yang mana pada penanaman setiap tahunnya disini hanya tanam MT 1 saja. MT 2 itu kadang jadi kadang tidak, banyak yang tidak jadinya karena kurang air,” terangnya
Dengan adanya embung ini, para petani sangat berharap bisa menambah masa tanam sampai MT 3. Tidak hanya menanam padi saja, tapi juga bisa menanam hortikultura bahkan tembakau.
“Alhamdulillah dengan bantuan ini, kelompok tani disini nanti bisa menanam sampai MT 3, yang pertama MT 1 tanam padi, masa tanam kedua padi, dan Alhamdulillah mungkin nantinya dengan adanya embung bisa ada pengairan yang cukup, sehingga yang ketiga itu Holtikultura Jagung, sama petani Tembakau juga ada disini,” paparnya
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berpesan agar nantinya masyarakat dapat merawat dan menjaga Embung tersebut dengan baik. Ia juga meminta melalui dinas terkait untuk melakukan penghijauan dengan menanami pohon-pohon agar semakin asri.
“Yang pertama embungnya harus dirawat, Pak Lurah juga nanti sering ngecek disini ya, Pak Widi (Kadis LHK) segera carikan pohon-pohon dari provinsi dari kehutanan bawa ke sini, juga Pak Henggar menghubungi yang menangani perikanan untuk dibawa ke sini, nanti dinas kita biar turun, termasuk dari perbankan, Bank Jateng atau apa biar bangun daerah sini khususnya UMKM nya,”Jelas Gubernur
Termasuk pihaknya juga berharap dengan adanya embung tersebut bisa mengairi hingga 40 hektar sawah dan bisa menambah masa tanam pertanian, hingga bisa meningkatkan pariwisata dan UMKM, masyarakat di area sekitar.
“Semoga bermanfaaat untuk masyarakat,” imbuhnya
Pihaknya mengungkapkan bahwa kedepan Pemprov akan melakukan pembangunan embung-embung lainnya untuk meningkatkan produksi pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Infrastruktur kita untuk embung itu hampir 12 embung yang nilainya hampir 43 miliar sudah saya bangun di seluruh Kabupaten/kota, oleh karena itu, Pak Henggar saya minta cari lagi embung-embung yang lain, jadi untuk meningkatkan produksi swasembada pangan khususnya padi ini,” papar Gubernur
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengungkapkan, bahwa Pembangunan Embung Karangjati tersebut berdasarkan usulan dari masyarakat, yang pada akhirnya bisa terselesaikan di tahun 2025.
“Kemudian manfaat pembangunan Embung Karangjati dapat kami sampaikan sebagai berikut penyediaan air baku di musim kemarau untuk penyediaan air irigasi pertanian seluas kurang lebih untuk lahan ada 40 hektare. Kemudian untuk meningkatkan kegiatan UMKM yang berada di sekitarnya, mudah-mudahan nanti disini juga akan menjadi destinasi wisata yang tentunya dengan adanya nanti destinasi wisata ini juga akan lebih menguntungkan,” terangnya
Dinantikan Petani
Bupati menyampaikan bahwa Embung Karangjati sudah lama dinanti masyarakat Blora. Ia berharap embung ini bisa membantu memperkuat ketahanan pangan di Blora, terutama dengan memastikan ketersediaan air bagi pertanian.
Pihaknya juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk sektor pertanian di Blora. Terlebih di 2026 Blora akan dibantu Provinsi untuk Pembangunan embung lagi.
“Manfaatnya sangat luar biasa, nanti Pak Gubernur bisa tanya langsung ke kelompok tani, mimpi masyarakat sini ini seperti apa, karena memang komitmen Pak Gubernur mendukung program prioritas untuk ketahanan pangan,” ungkapnya
Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Blora memiliki potensi besar, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Bahkan, Blora tercatat sebagai daerah dengan populasi ternak terbesar di Jawa Tengah. Untuk komoditas jagung, Blora menempati peringkat kedua, sementara produksi padi berada di kisaran peringkat keenam se-Jawa Tengah.
“Semoga nanti dengan pembangunan Embung ini akan membantu untuk peningkatan produksi padi yang ada di Kabupaten Blora,” jelasnya
Bupati mengungkapkan bahwa Blora siap untuk dijadikan sentra ketahanan pangan di Jawa Tengah kedepannya.
“Kami tentunya memohon kepada Pak Gubernur agar Blora ini siap untuk dijadikan sentra ketahanan pangan. Jadi kami menyiapkan diri untuk bermitra dengan Agrinas maupun dari Pemprov untuk nanti hilirisasi yang ada di Kabupaten Blora ini. Termasuk untuk mendukung program MBG, kami juga ada peternakan telur untuk masyarakat dan sebagainya,” papar Bupati
Untuk diketahui, Embung Karangjati terdiri dari dua tampungan, yaitu embung utara dan embung Selatan. Pada embung utara diperkirakan dapat menampung volume air hingga 18.876 meter kubik, dan pada embung Selatan diperkiran hingga 49.320 meter kubik. *
.jpg)
.jpg)
Komentar0