TSG8GfCiTfz0Gpz7BSYoTUrpGA==

PEMKAB BLORA DAN BPS CANANGKAN DESA CANTIK 2026, TIGA DESA JADI PERCONTOHAN DATA BERKUALITAS


GAGAKRIMANGFM.ID
- Pemerintah Kabupaten Blora bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan literasi statistik sekaligus memperkuat pembangunan berbasis data hingga tingkat desa.

Pencanangan tersebut dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang digelar di Ruang Pertemuan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blora, Selasa (21/4/2026).

Kepala BPS Kabupaten Blora, Rukhedi, mengatakan bahwa program Desa Cantik merupakan langkah strategis BPS untuk menghadirkan data desa yang lebih akurat dan berkualitas sebagai dasar pembangunan daerah.

“Jadi, Insya Allah, nanti kita harapkan dengan Desa Cantik ini, tiap desa bisa menghadirkan data yang berkualitas, dan nanti pada akhirnya akan menjadi sumber data pembangunan, baik dari sisi perencanaan, maupun evaluasi,” jelas Rukhedi.

Acara ini dihadiri dan dicanangkan langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman. Turut hadir Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho, Kepala Dinas PMD Blora Yayuk Windrati, Plt Kepala Bapperida yang diwakili Kabid Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Hajar Ahmad Chusaini, Kepala Bidang Statistik Dinas Kominfo Blora Sri Widayaningsih, serta sejumlah camat dan kepala desa yang menjadi lokus program tahun ini.

Tiga desa terpilih sebagai lokus sekaligus percontohan Desa Cantik 2026, yakni Desa Gayam Kecamatan Bogorejo, Desa Bogowanti Kecamatan Ngawen, dan Desa Kapuan Kecamatan Cepu.

Masing-masing desa menerima piagam pencanangan Desa Cantik yang ditandatangani langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman dan Kepala BPS Blora bersama pimpinan OPD terkait.

Dalam arahannya, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan bahwa desa kini bukan lagi objek pembangunan, melainkan subjek utama pembangunan yang harus didukung dengan data yang valid dan akurat.

“Ini merupakan langkah inovatif yang dilakukan oleh BPS. Oleh karena itu, ini langkah yang menurut saya baik. Kita berharap, tidak hanya di desa ini saja, kita ada 16 kecamatan, jadi perlu juga pioner, perlu juga contoh di masing-masing kecamatan tersebut,” kata Bupati Blora.

Gus Arief, sapaan akrab Bupati Blora, menambahkan bahwa keberadaan Desa Cantik sangat penting untuk mendukung ketepatan perencanaan pembangunan, termasuk dalam penanganan kemiskinan dan pengangguran yang basis datanya berada di tingkat desa.

“Termasuk juga data kemiskinan, pengangguran, ini juga basisnya ada di desa. Kapan hari sudah saya sampaikan bahwa untuk pendataan kemiskinan ada beberapa kabupaten yang lain melibatkan ASN. Kita ada 11 ribu ASN, nanti coba kita formulakan, kemudian antara basis yang dimiliki BPS dengan indikator-indikator apa ini, nanti ASN kita bisa diusulkan untuk mendampingi, supaya presisi kesesuaiannya nanti lebih bisa dirasakan,” tandasnya.

Menurut Arief, beberapa daerah lain seperti Magelang telah berhasil membangun sinergi antara BPS dan potensi ASN dalam penguatan basis data desa.

“Mungkin dari BPS, bisa tanya ke Magelang, metodenya seperti apa,” ujarnya.

Bupati Arief Rohman juga menegaskan dukungannya terhadap SDGs Desa sebagai upaya terpadu pembangunan desa untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Oleh karena itu saya berharap disusun role model terlebih dulu, untuk desa-desa yang sudah didampingi ini, dari Desa Kapuan, Gayam, Bogowanti, Mojorembun dan Tutup. Jadi didampingi betul, karena basis data itu mestinya dari desa,” jelasnya.

Komentar0


 

Type above and press Enter to search.

Support Team

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp
Powered by credit Walive.my.id

Ada yang bisa saya bantu?