GAGAKRIMANGFM.ID - Stadium Seni Budaya Tirtonadi Blora dipenuhi ratusan pengunjung yang antusias menghadiri Pentas Silaturahmi Musik Literasi: Lagu Puisi Untung Basuki, Selasa (16/6/2026) malam. Kegiatan yang digelar Lesbumi tersebut berlangsung meriah dan sukses menjadi pembuka rangkaian tur kebudayaan di 12 kota di Indonesia.
Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai pegiat seni, komunitas literasi, akademisi, hingga warga umum tampak memadati arena pertunjukan. Mereka menikmati sajian seni yang memadukan musik, puisi, dan refleksi kebudayaan dalam satu panggung yang hangat dan penuh makna.
Blora dipilih sebagai kota pertama dalam rangkaian pentas nasional tersebut karena dinilai memiliki akar sejarah dan tradisi kebudayaan yang kuat. Daerah yang dikenal sebagai tanah kelahiran Pramoedya Ananta Toer dan sejumlah tokoh bangsa itu dianggap tepat menjadi titik awal perjalanan silaturahmi budaya.
Acara diawali dengan penampilan sejumlah seniman lokal Blora yang menampilkan karya-karya kreatif mereka. Setelah itu, panggung utama menghadirkan Untung Basuki, seniman yang dikenal sebagai pelopor lagu puisi Indonesia.
Melalui iringan musik yang sederhana namun menyentuh, Untung Basuki membawakan sejumlah lagu puisi yang mengajak penonton merenungkan nilai-nilai kehidupan, kemanusiaan, dan kebudayaan. Penampilan tersebut mendapat apresiasi meriah dari para pengunjung yang memenuhi stadion seni budaya tersebut.
Ketua Panitia, Dalhar Muhammadun, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara yang mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
“Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar dan mendapat respons yang sangat baik. Kehadiran ratusan pengunjung menjadi bukti bahwa masyarakat Blora masih memiliki kecintaan yang tinggi terhadap seni dan budaya. Ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan kebudayaan yang berkualitas,” ujar Dalhar.
Menurutnya, keberhasilan acara tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan seni dan literasi di Kabupaten Blora.
Sementara itu, D.S. Priyadi, yang tampil menutup acara melalui pembacaan dramatik, mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Blora.
“Saya melihat energi kebudayaan yang sangat kuat di Blora. Penontonnya luar biasa, penuh perhatian dan mampu menikmati setiap sajian yang ditampilkan. Ini menunjukkan bahwa ruang-ruang kebudayaan masih sangat dibutuhkan masyarakat. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan acara ini,” katanya.
D.S. Priyadi menilai kegiatan semacam ini penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi sastra dan kesenian Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.
Kesan positif juga disampaikan salah seorang penonton, Edi Purwanto, yang mengaku puas dan terhibur dengan seluruh rangkaian pertunjukan.
“Acara ini sangat bagus dan berbeda dari yang biasanya. Saya merasa terhibur sekaligus mendapatkan pengalaman baru tentang puisi dan musik. Penampilannya menarik, suasananya juga hangat. Semoga ke depan ada lagi acara budaya seperti ini di Blora,” ungkapnya.
Dengan suksesnya Pentas Silaturahmi Musik Literasi di Stadium Seni Budaya Tirtonadi, Blora kembali menunjukkan eksistensinya sebagai daerah yang terus menjaga dan mengembangkan kehidupan seni, sastra, dan literasi. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga ruang pertemuan berbagai komunitas untuk memperkuat persaudaraan melalui kebudayaan.

.jpg)
.jpg)
Komentar0