GAGAKRIMANGFM.ID - Kabupaten Blora kembali menarik perhatian wisatawan mancanegara. Kali ini, pasangan asal Jerman, Joann Liewald dan Claudia Liewald, mengaku terkesan dengan keindahan destinasi wisata, kuliner khas, hingga keramahan masyarakat yang mereka temui selama berkunjung di Blora.
Sejak tiba pada 1 Juni 2026, keduanya telah menjelajahi sejumlah lokasi wisata unggulan yang menjadi ikon Kabupaten Blora. Berbagai pengalaman baru yang mereka dapatkan selama berada di Blora meninggalkan kesan mendalam.
Perjalanan mereka diawali dengan mengikuti Loco Tour Cepu, sebuah wisata edukasi yang menghadirkan pengalaman menaiki kereta tua peninggalan era kolonial di kawasan hutan jati Cepu. Setelah itu, pada malam harinya mereka menikmati kuliner khas Blora, yakni sate kambing di Rumah Makan Sate Pak Daman.
Dalam jamuan makan malam tersebut, Joann dan Claudia berkesempatan bertemu langsung dengan Bupati Blora, Arief Rohman. Keduanya mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Blora selama kunjungan mereka.
"Government is very friendly," ujar Joann.
Bagi Claudia, pengalaman mencicipi sate kambing menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama berada di Blora. Sebab, sebelumnya ia hanya mengenal sate ayam dan sate sapi.
"Kami makan sate yang sangat lezat. Sate lokal dari daging kambing. Kami sudah tahu sate ayam dan sate sapi, tapi belum pernah mencoba sate kambing. Jadi, itu sesuatu yang baru bagi kami," katanya.
Kagum dengan Goa Terawang
Pada hari berikutnya, pasangan tersebut melanjutkan perjalanan ke Goa Terawang dan Wisata Banyu Bening (WBB). Kemudian pada Rabu (3/6/2026), mereka mengunjungi Kopi Santen serta Kampung Samin Klopoduwur, salah satu destinasi budaya yang terkenal di Blora.
Menurut Joann, setiap tempat yang dikunjungi memiliki karakter dan keunikan tersendiri sehingga membuat perjalanan mereka semakin menarik.
"Ini tempat yang sangat, sangat bagus dan semua orang sangat ramah kepada kami," ungkapnya.
Saat mengikuti Loco Tour, Joann mengaku menikmati pengalaman menaiki kereta tua yang melintasi kawasan hutan jati. Pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang berbeda dibandingkan wisata yang pernah ia lakukan sebelumnya.
"Menyenangkan sekali pergi dengan kereta api," ujarnya.
Sementara itu, Claudia mengaku paling terkesan dengan suasana Goa Terawang. Cahaya matahari yang masuk dari celah-celah alami goa serta pemandangan pohon jati yang menjulang tinggi di sekitarnya menciptakan suasana yang menurutnya sangat memukau.
"Goa itu sangat indah dan mistis. Saya bisa merasakan aura mistis di dalam tempat itu. Cahaya yang masuk ke dalam goa membuat suasananya luar biasa. Saya sangat menyukainya," tutur Claudia.
Tak hanya keindahan alamnya, keduanya juga memuji kebersihan kawasan wisata tersebut. Mereka menilai pengelolaan lingkungan di Goa Terawang dilakukan dengan sangat baik.
"Semuanya sangat bersih. Mereka merawatnya dengan sangat baik. Kami senang melihat orang-orang menjaga alam dengan baik. Itu sangat bagus," kata Joann.
Datang ke Blora untuk Bertemu Soesilo Toer
Di balik kunjungan wisata mereka, terdapat alasan khusus yang membawa pasangan asal Jerman itu datang ke Blora. Tujuan utama mereka sebenarnya adalah untuk bertemu Soesilo Toer, adik kandung sastrawan besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer.
Joann mengungkapkan bahwa keluarganya memiliki hubungan emosional dengan keluarga Pramoedya. Ia menceritakan bahwa ibunya, Margit Liewald, pernah terlibat dalam penggalangan dana melalui Amnesty International untuk mendukung pembebasan Pramoedya Ananta Toer dari penjara.
Kedekatan tersebut membuat Joann memiliki ketertarikan tersendiri terhadap keluarga besar Pramoedya.
"Saya tahu Pramoedya sudah meninggal. Saya juga mengenal adiknya, Soesilo Toer. Tahun lalu kami mengetahui bahwa beliau masih hidup, sehingga kami memutuskan datang ke Indonesia untuk mengunjunginya," jelasnya.
Selama berada di Blora, Joann dan Claudia tidak hanya memanfaatkan waktu untuk bertemu Soesilo Toer, tetapi juga menjelajahi berbagai destinasi wisata, budaya, dan kuliner yang ada di daerah tersebut.
Keduanya dijadwalkan masih berada di Blora hingga 5 Juni 2026 untuk mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah dan destinasi ikonik lainnya sebelum kembali ke Jerman pada 6 Juni mendatang.
Kesan positif yang mereka sampaikan menjadi bukti bahwa Blora memiliki daya tarik yang mampu memikat wisatawan mancanegara, baik melalui kekayaan budaya, wisata alam, sejarah, maupun keramahan masyarakatnya.

.jpg)
.jpg)
Komentar0