GAGAKRIMANGFM.ID
- Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan "Tutur Budaya dan Penayangan Film Melalui Bioskop Keliling" bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu (24/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret menginternalisasi nilai-nilai warisan budaya guna mendongkrak apresiasi publik, membentuk karakter bangsa, sekaligus menyajikan hiburan yang edukatif bagi masyarakat.


​Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat lintas sektor, di antaranya Kepala BPK Wilayah X Jawa Tengah, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Blora, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Blora, Kepala Dinas Pendidikan Blora, serta jajaran Kepala Bidang dari Dinporabudpar Blora.


​Dalam sambutannya, Kepala Dinporabudpar Kabupaten Blora, yang diwakili oleh Sekertaris Dinas Mustakim menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya Kabupaten Blora sebagai fokus pelaksanaan kegiatan strategis ini. Menurutnya, kolaborasi sinergis antar instansi sangat diperlukan agar pesan-pesan moral dalam warisan budaya bisa meresap ke seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.


​Sementara itu, Kepala BPK Wilayah X Jawa Tengah, Nahar Cahyandaru yang hadir sekaligus membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya strategi kebudayaan yang adaptif.


​"Melalui metode tutur budaya dan pendekatan audio-visual lewat bioskop keliling, kita ingin nilai-nilai luhur warisan budaya tidak hanya menjadi arsip sejarah, tetapi mampu bertransformasi menjadi pembentuk karakter dan identitas masyarakat di era modern," ujar Nahar Cahyandaru.


​Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan kesenian tradisional dari Sanggar Dwija Laras yang memukau para undangan dan peserta yang hadir.


Berbekal harmonisasi musik dan gerak, penampilan ini menjadi bukti nyata bahwa ruang-ruang publik seperti pendopo rumah dinas mampu dihidupkan kembali sebagai pusat ekspresi budaya.


​Memasuki acara inti, panitia memutar tiga film dokumenter kebudayaan secara berurutan. Film pertama berjudul "Cokek Sragenan" mengupas eksistensi dan sejarah seni pertunjukan rakyat. Disusul film kedua, "Pelik Candi Ijo", yang membawa penonton menyelami nilai arkeologis dan filosofis salah satu candi tertinggi di Yogyakarta.


Acara ditutup dengan pemutaran film ketiga bertajuk "Bakmi: Cita Rasa Silang Budaya", sebuah sinema kuliner yang apik dalam memotret akulturasi budaya di Nusantara melalui sepiring makanan.


​Seluruh panitia dan peserta tampak antusias mengikuti jalannya pemutaran film hingga akhir. Melalui kegiatan bioskop keliling ini, BP Jawa Tengah berharap pemanfaatan teknologi visual dapat terus menjadi jembatan yang efektif untuk mendekatkan warisan leluhur kepada masyarakat luas dengan cara yang menyenangkan