GAGAKRIMANGFM.ID - Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman terus berupaya mengaungkan pengembangan pertanian organik di wilayahnya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan Mas Arief Rohman yang juga santri ini melaksanakan paparan terkait pertanian organik Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama LPP NU dan jaringan petani Nahdliyin menggelar Muktamar Petani Nahdliyyin di Pesantren Al-Itqon, Desa Tlogosari Wetan, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, senin ( 10/8/2026).
Pada acara ini juga dilakukan diskusi sektor pertanian yang merupakan basis utama mata pencaharian warga nahdliyyin Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju Muktamar ke-35 NU sekaligus ruang konsolidasi petani Nahdliyin untuk merumuskan penguatan ekosistem ekonomi pertanian dari sektor hulu hingga hilir.
Agenda ini diselenggarakan melalui kerja sama LPP PBNU, Tim Koordinasi dan Akselerasi (TKA) PBNU, serta Pesantren Al-Itqon Semarang. Kegiatan melibatkan jaringan LPP NU dari sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Dalam paparanya, Bupati Blora Dr. Arief Rohman menjelaskan bahwa Kabupaten Blora menjadi Penghasil Beras Nomer 6 se-Jawa Tengah dan menjadikan Kab. Blora sebagai salah satu lumbung pangan utama.
"Produksi Gabah Kering Giling (GKG) Kabupaten Blora pada tahun 2025 mencapai 530.818 ton, meningkat 106.407 ton atau 25.07% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 424.411 ton. Peningkatan produksi tersebut didukung oleh naiknya produktivitas (provitas) menjadi 50.98 kuintal per hektare, atau meningkat 0,96 kuintal per hektare (1.92%) dibandingkan tahun 2024," ucapnya.
"Sejalan dengan peningkatan produksi gabah, produksi beras Kabupaten Blora pada tahun 2025 juga mengalami peningkatan signifikan menjadi sekitar 305.252 ton. Jumlah tersebut naik 61.190 ton atau 25,07% dibandingkan produksi beras tahun 2024 yang mencapai sekitar 244.062 ton,"imbuhnya.
Mas Arief, menyampaikan bahwa pertanian organik merupakan solusi masa depan yang tidak hanya menjaga kesehatan konsumen, tetapi juga memperbaiki kualitas tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia berbahaya.
“Kami ingin Blora menjadi salah satu sentra pertanian organik di Jawa Tengah. Dan akhirnya kami lakukan penandatanganan kerja sama atau MoU dilakukan Selasa (15/7/2025) di Gedung PWNU Jawa Tengah, antara kami selalu Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, M.Si dan Ketua PCNU Blora HM. Fatah, M.Ed. Penandatanganan kerja sama tersebut, disaksikan oleh Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidullah Shodaqoh dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH. Abdul Ghofar Rozin, serta seluruh kepala dinas dan camat, dan Ketua MWC NU dari seluruh kecamatan di Kab.Blora,” ujarnya.
Bupati juga mendorong setiap desa menyediakan lahan bengkok minimal satu hektar sebagai lokasi uji coba pertanian organik.
“jika satu desa bisa menyediakan 1 hektare tentunya di blora ini ada 295 desa/Kelurahan yang bisa ada juga 295 hektare pertanian organik,” tambahnya.
Tak hanya itu, Pemkab Blora juga terus melakukan penjajakan kerja sama dengan BUMN, seperti Pertamina, untuk mendukung pendampingan dan pembinaan petani.
“Kami ingin NU, khususnya LPPNU, terus menggerakkan semangat petani organik di setiap desa. Blora harus menjadi kabupaten percontohan di bidang pertanian organik,” tegas Bupati.
Gus Arief menjelaskan bahwa Pertanian organik bukan sekadar cara bertani, tetapi ikhtiar bersama untuk menjaga tanah, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menghadirkan pangan yang sehat bagi masyarakat.
"Kedepan, kami berharap kader NU sebagai petani binaan dapat menjadi bagian penting dalam menggerakkan pertanian organik di Kabupaten Blora. Tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelopor, penggerak, dan teladan bagi masyarakat dalam menerapkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,"pungkasnya.
Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan, forum Muktamar Petani Nahdliyyin lahir dari kegelisahan bersama atas kondisi petani, khususnya warga NU yang selama ini menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.
Menurutnya, forum tersebut bukan dimaksudkan sebagai bentuk perlawanan terhadap pihak tertentu, melainkan menjadi ruang bagi petani Nahdliyin untuk berkumpul, menyampaikan aspirasi, serta memperjuangkan kepentingan mereka secara mandiri.
“Kegiatan ini adalah kegelisahan kita semua yang ada di Jawa Tengah dan lainnya. Muktamar petani ini lisensi Jawa Tengah, bukan berarti untuk menunjukkan perlawanan atau tandingan. Merupakan wadah petani-petani jamiyah NU yang berdaulat dan merdeka,” ujarnya.
Pada acara ini, Bupati juga membawa beras organik, Rumah Produksi & Packing Beras Organik SEHATI.Melalui CSR Bank Jateng dengan bantuan Mesin Oven, Rice Malling dan Mesin Packing yang berlokasi di Dukuh Denguk Desa Andongrejo Kec. Blora dikelola oleh Koperasi PCNU "Berkah Jagat Nusantara", Menghasilkan produk Beras Organik Sehati yang siap untuk dipasarkan.

.jpg)
.jpg)
Komentar0