GAGAKRIMANGFM.ID - Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) Nahdlatul Ulama (NU) Blora mengajak masyarakat untuk turut mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kompetisi Merti Kayon Blora 2026.
Mengusung tema “Merawat Pohon Kehidupan, Menjaga Warisan Alam”, kompetisi ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenali, mendokumentasikan, sekaligus menceritakan nilai penting pohon-pohon yang berada di lingkungan sekitar.
Merti Kayon Blora 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan fotografi. Peserta ditantang untuk mengabadikan pohon yang dinilai memiliki keunikan, nilai sejarah, nilai budaya, manfaat ekologis, maupun memiliki keterikatan dengan kehidupan masyarakat setempat.
Dalam kompetisi tersebut, peserta diminta mengirimkan foto pohon yang dilengkapi dengan deskripsi dan narasi pendukung. Narasi tersebut diharapkan mampu mengungkap cerita, sejarah, nilai budaya, maupun arti penting pohon yang diikutsertakan dalam kompetisi.
Melalui konsep tersebut, masyarakat tidak hanya diajak melihat pohon sebagai bagian dari lingkungan, tetapi juga memahami bahwa keberadaan pohon dapat menyimpan berbagai cerita dan menjadi bagian dari warisan alam yang perlu dijaga keberlangsungannya.
“Merawat Pohon Kehidupan, Menjaga Warisan Alam” menjadi pesan utama yang ingin disampaikan dalam pelaksanaan Merti Kayon Blora 2026. Pohon-pohon yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat diharapkan semakin mendapatkan perhatian dan tidak mudah dilupakan seiring perkembangan zaman.
Panitia membuka kesempatan seluas-luasnya bagi warga Blora dan sekitarnya untuk berpartisipasi. Peserta dapat memilih pohon yang dianggap berharga, unik, bersejarah, ataupun ikonik di wilayah tempat tinggal maupun lingkungan yang mereka kenal.
Setelah menemukan pohon yang akan diikutsertakan, peserta dapat mengabadikannya melalui kamera. Foto tersebut kemudian dilengkapi dengan narasi yang menjelaskan kisah maupun nilai penting dari pohon tersebut.
Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan, kompetisi ini juga menawarkan hadiah menarik. Total hadiah yang disediakan dalam Merti Kayon Blora 2026 mencapai Rp10 juta.
JADWAL KOMPETISI MERTI KAYON BLORA 2026
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kompetisi ini, terdapat sejumlah agenda penting yang perlu diperhatikan.
Tahap pengajuan profil pohon berupa foto dan narasi dibuka mulai 1 September hingga 10 Oktober 2026.
Selanjutnya, materi yang masuk akan melalui tahap verifikasi dan penjurian pada 11–20 Oktober 2026. Setelah proses penjurian selesai, karya dan profil pohon yang terpilih akan ditampilkan dalam Pameran Merti Kayon yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026.
Sementara itu, penyerahan Anugerah 10 Pohon Utama dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober 2026.
Masyarakat yang tertarik mengikuti kompetisi dapat melakukan pendaftaran sekaligus mengirimkan materi melalui tautan:
tinyurl.com/PesertaMertiKayonBlora
Panitia juga menyediakan narahubung bagi calon peserta yang membutuhkan informasi lebih lanjut. Peserta dapat menghubungi Dalhar Muhammadun di nomor +62 877-6496-2361 atau Eko Arifianto di nomor +62 821-4578-6569.
AJAK MASYARAKAT JAGA WARISAN ALAM
Kompetisi Merti Kayon Blora 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan dokumentasi dan perlombaan foto. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keberadaan pohon sebagai bagian dari ekosistem dan warisan alam.
Setiap pohon memiliki cerita. Ada pohon yang menjadi penanda sejarah suatu tempat, menjadi bagian dari tradisi masyarakat, menjadi tempat berteduh, hingga memiliki nilai ekologis yang penting bagi lingkungan sekitar.
Dengan mengabadikan pohon melalui foto dan menuliskan kisah di baliknya, masyarakat turut membantu mendokumentasikan kekayaan alam dan cerita lokal yang ada di Blora.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat lingkungan di sekitarnya. Melalui kamera dan tulisan, masyarakat dapat memperkenalkan pohon-pohon yang selama ini mungkin luput dari perhatian.
LESBUMI NU Blora mengajak warga untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam upaya pelestarian lingkungan. Masyarakat dapat mengambil peran sederhana dengan mengenali, mendokumentasikan, dan ikut menyuarakan pentingnya menjaga pohon.
Merti Kayon Blora 2026 pun menjadi ajakan untuk bersama-sama merawat pohon sebagai bagian dari kehidupan sekaligus menjaga warisan alam agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

.jpg)
.jpg)
Komentar0