GAGAKRIMANGFM.ID - Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora, Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Kamis (1/10/2026).
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forkopimda Blora, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), personel TNI-Polri, ASN, organisasi kemasyarakatan, organisasi perempuan DWP/PKK, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa.
Tim korsik Kodim 0721/Blora turut mengiringi jalannya upacara.
Dalam kegiatan tersebut, Perwira Upacara dijabat Widyarini Setyaningrum, S.ST., MM., yang merupakan Kabid Kebudayaan Dinporabudpar Blora. Sementara Komandan Upacara Arief Maksum dari Banser Blora.
Pembacaan Pembukaan UUD 1945 dilakukan Nuryanto, A.Md., dari Dinporabudpar Blora. Sedangkan pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila dilakukan Sumarno dari Permadani Blora.
Sebelum rangkaian upacara dimulai, peserta juga disuguhi pembacaan puisi oleh Nafaira dan Milsa dari SMAN 1 Tunjungan.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Tema tersebut menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi persatuan bangsa di tengah keberagaman, sekaligus menjadi pijakan dalam mengawal pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera.
Sejumlah rangkaian utama dilaksanakan dalam upacara tersebut, mulai dari pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila, hingga doa bersama.
PANCASILA DINILAI SEBAGAI PEREKAT BANGSA
Usai upacara, Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.
Menurutnya, momentum 1 Oktober menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, termasuk generasi muda, mengenai pentingnya mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
"Jadi hari ini kita melaksanakan upacara Hari Kesaktian Pancasila. Saya didhawuhi oleh Bapak Bupati untuk memimpin komponen masyarakat, TNI-Polri, Pemerintah Daerah untuk melaksanakan upacara," kata Yudhi.
Ia menyebut keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam upacara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap Pancasila.
"Ini adalah wujud dari kecintaan kita kepada Pancasila, yang dulunya, sejarahnya memang akan diturunkan, akan tetapi sampai hari ini Pancasila tetap menjadi dasar negara," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dan pelajar dalam peringatan tersebut juga penting untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus.
"Seluruh komponen masyarakat diundang, termasuk tadi ada mahasiswa, terus tadi ada ikrar, sehingga maknanya diharapkan dapat mengukuhkan hati kita menjadi negara dan hati yang Pancasila," imbuhnya.
Dandim juga berharap generasi muda saat ini dan generasi berikutnya tetap menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Semoga para pemuda sekarang dan selanjutnya di hatinya tetap Pancasila, sehingga dapat mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045," pungkasnya.
.jpg)
.jpg)
Komentar0