TSG8GfCiTfz0Gpz7BSYoTUrpGA==

Festival Literasi Blora 2026 : Nyalakan Cerita, Literasi Blora Mendunia


GAGAKRIMANGFM.ID
- Festival Literasi Blora (FLB) 2026 diselenggarakan pada 14–17 Oktober 2026 di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora dengan mengusung tema Nyalakan Cerita, Literasi Blora Mendunia.

Kegiatan itu secara resmi dibuka oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., Rabu (13/10/2026) dengan dihadiri Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, Bunda Literasi Blora Hj. Ainia Shalichah, S.H., M.Pd AUD, M.Pd.BI, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Rahmah Nur Hayati, S.K.M, M.Kes, anggota DPRD Blora Achlif Nugroho Widi Utomo, S.Kom, unsur Forkopimda Blora, pimpinan perangkat daerah dan tamu undangan lainnya.

Kepala DPK Mohamad Toha Mustofa, S.Si, M.Kes, dalam laporannya menyampaikan bagwa FLB 2026 ini merupakan upaya meningatkan pembangunan literasi di Kabupaten Blora dan juga tingkat kegemaran membaca masyarakat di wilayan kabupaten setempat.

“Atas dukungan Bunda Literasi Blora, banyak hal yang bisa kita lakukan, yang pertama, dalam rangka untuk meningkatkan literasi kita telah melaksanakan duta literasi Kabupaten Blora tahun 2023 dan 2025,” ucap Kepala DPK Blora Mohamad Toha Mustofa.
Selain itu, lanjutnya, yang termasuk luar biasa adalah pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan dan Desa/Kelurahan se Kabupaten Blora.

“Ada 295 desa/kelurahan, jadi masing-masing desa/kelurahan sudah punya Bunda Literasi. Selain itu, yang membanggakan, setiap desa/kelurahan sekarang ada duta bacanya, walaupan duta bacanya kita ambil aak-anak SMP, tapi punya semangat, biarlah sejak SMP itu terbiasa berkomunikasi, terbiasa berliterasi, bahkan terbiasa berkompetisi, sehingga generasi yang akan datang, harapannya dengan gerakan ini, masyarakat desa juga akan meningkat kegemarannya dalam berliterasi, ” tandasnya.

Kepala DPK Blora Mohamad Toha Mustofa, juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman yang telah menerbitkan surat edaran nomor 1438 tahun 2025 tentang sedekah buku.

“Dengan sedekah buku ini, Alhamdulillah, perpustakaan desa dan sekolah, kami harapkan mulai banyak referensi, mulai banyak koneksi, mulai banyak aktivitas. Jadi dengan surat edaran Bupati ini, baik kepada Kepala Sekolah maupun Kepala Desa dan masyarakat bisa mengajak kepada komponen masyarakat yang ada untuk bersedekah buku. Caranya mudah, bukunya disedekahkan ke masing-masing tempat, desa/kelurahan atau sekolahannya, dipajang di perpustakaan desa atau sekolahannya, diinput di website yang telah kita siapkan, lantas datanya masuk ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, sehingga kita bisa memprogres, berapa sedekah buku yang telah dilakukan oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan perpustakaan kita,” jelasnya.

Mohamad Toha Mustofa juga melaporkan, sejak dilaunching Mei 2026 lalu, sedekah buku yang tercatat sebanyak 4.049 eksemplar.
Ia mengajak kepada seluruh warga Blora untuk hadir dan menyaksikan FLB 2026 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Blora.

Adapun rundown Festival Literasi Blora (FLB) 2026 diselenggarakan pada 14–17 Oktober 2026 adalah sebagai berikut :

Hari 1 (Rabu, 14 Oktober 2026): Blora Menyalakan Cerita – Opening Ceremony, sharing session budaya Jepang bersama narasumber terkait, serta pertunjukan drumband dan band.

Hari 2 (Kamis, 15 Oktober 2026): Ayo Membaca & Berkarya – Talkshow seputar literasi baca tulis, finansial, dan kepenulisan.

Hari 3 (Jumat, 16 Oktober 2026): Literasi Blora Mendunia – Talkshow literasi digital, bedah buku, dan Parade Barongan.

Hari 4 (Sabtu, 17 Oktober 2026): The Land of Wailorah – Panggung Duta Baca Desa, Litera Speech, hingga Closing Ceremony.

Rangkaian acara juga diramaikan dengan bazar dan sedekah buku, showcase pelajar, serta pameran UMKM.

Gerakan Literasi Wujudkan Visi Kabupaten Blora

Bunda Literasi Blora Hj. Ainia Shalichah, S.H., M.Pd AUD, M.Pd.BI, menyampaikan Festival Literasi Blora atau FLB 2026 merupakan acara puncak dalam rangkaian kegiatan literasi, pengkaryaan, dan apresiasi literasi dengan melibatkan seluruh pihak untuk membangunan budaya literasi di Kabupaten Blora.

“Dengan mengundang seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Blora, event meriah ini selalu kita tunggu disetiap tahun. Kegiatan ini diprakarsai Perpusnas RI melalui DAK NF tahun 2026 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora. Dengan tema Nyalakan Cerita, Blora Mendunia, mari kita jadikan perhelatan akbar ini sebagai wadah peningkatan kegemaran membaca masyarakat Blora,” ucapnya dalam sambutan.

Bunda Literasi Blora mengatakan, untuk meningkatkan sumberdaya manusia dan daya saing di era digitalisasi informasi, kita pelu melakukan pendekatan partisipatif dengan masyarakat.

“Selaku Bunda Literasi dan bersama DPK Blora, saya selalu mendorong untuk terus giat dalam membangun budaya literasi disemua lini sosial, baik di lingkungan layanan pemerintahan maupun lingkungan pendidikan,” jelasnya.

Hal tersebut, kata Bunda Literasi Blora, di antaranya diwujudkan dengan pelaksanaan berbagai Gerakan Literasi, meliputi: Program Sedekah buku, Program Gebyar Literasi seKabupaten Blora, Pengukuhan Bunda Literasi Desa/Kelurahan, Kegiatan Pelantikan Duta Baca tingkat Desa /Kelurahan, dan kegiatan lomba dan promosi minat baca lainnya.

Secara keseluruhan gerakan literasi tersebut dilaksanakan dalam rangka mewujudkan visi Kabupaten Blora “Sesarengan Mbangun Blora, Maju berkelanjutan”.

“Melalui Gerakan literasi yang partisipatif tersebut, Kita kedepan akan memiliki banyak figure atau tokoh-tokoh literasi. Adanya Bunda Literasi, Duta Baca dan Duta literasi dari di tingkat desa/kelurahan hingga Kabupaten, Insyallah (dengan ijin ALLAH SWT) kita telah mebangun perisai sosial dalam memperkuat moral, etika,dan daya saing masyarakat Blora untuk selalu meningkatkan kecakapan literasi dasar baik dalam literasi: baca-tulis, numerasi, sains, digital, finansial, kebudayaan dan kewarganegaraan,” paparnya.

Literasi adalah pintu menuju transformasi sosial yang konstruktif dalam pembangunan manusia yang seutuhnya. Perlu kita ketahui bersama, bahwa membaca bukan hanya mengumpulkan informasi, melainkan membuka cakrawala dan membentuk arah langkah masa depan menjadi lebih baik.

“Kita ingin menjadikan Blora bukan hanya sebagai kabupaten yang membaca, tetapi kabupaten yang berpikir, berdiskusi, dan berkontribusi secara aktif terhadap perubahan serta pembangunan daerah dan nasional,” kata. Bunda Literasi Blora. Ainia Shalichah.

Literasi itu mencerdaskan

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, S.K.M, M.Kes, menyampaikan apresiasi atas terselenggarnya FLB 2026 serta rangkaian kegiatannya.

“Bunda Literasi Kabupaten Blora Gokil !, Bunda Literasi Kabupaten Blora sombong ! Memang betul, kalau kita ingin orang lain melihat kita berarti kita yang harus menjual diri. Lebih baik sombong daripada minder. Keren, keren, tepuk tangan untuk Bunda Literasi Kabupaten Blora,” ucap Rahmah Nur Hayati memberi apresiasi dan motivasi dengan penuh semangat saat mengawali sambutannya.

Ia mengaku sangat tidak menyesal hadir langsung pada FLB 2026, bahkan bangga dan bahagia, ternyata Blora tidak hanya dikenal dengan seni barongan, kemudian tidak hanya dikenal dengan sate Bloranya yang lezat, tidak hanya dikenal dengan produk minyaknya, lumbung pangan dan sebagainya.

“Tetapi luar biasa, dan ini ternyata visualisasinya di dumbeg,” kata Rahmah sambil memegang kue dumbeg.

Dirinya pun membeberkan makna dari DUMBEG itu, sebagai berikut.

D-Dibungkus dengan sangat apik dan kuat dari daun lontar. Ini sama halnya dengan ilmu pengetahuan, literasi, itu pun terbungkus dengan nilai, etika dan tanggung jawab.

U-Ulet, maknanya, literasi itu juga butuh keuletan, kalau setiap hari ada waktu 15 menit untuk berliterasi, mudah-mudahan ini akan menjadi pembiasaan.

M- Manisnya pas. Artinya, literasi di Blora ini merepresentasikan bahwa semakin banyak membaca akan semakin manis, akan semakin bijaksana, akan semakin beretika, akan semakin kritis.

B-Berasal dari desa, dimana dumbeg ini berasal dari dapur-dapurnya desa. Artinya, ada duta baca di desa, ada perpustakaan di desa, dengan demikian dimaknai bahwa literasi itu berasal dari desa.

“Seperti dumbeg-dumbeg ini berasal dari dapurnya desa. Luar biasa, keren. Blora mempunyai 295 desa/kelurahan, bayangkan, alangkah indahnya jika anak-anak dari 295 desa/keluraan itu semunya berliterasi dan semunya mempunyai minat baca yang luar biasa, semuanya beretika, akan seperti apa Blora gemilangnya masa-masa yang akan datang,” jelasnya.

E-Ekonomi Rakyat. Dimaksudkan bawa literasi itu mencerdaskan, literasi itu mensejahterakan.

“Berawal dari literasi dumbeg, ini pasti akan mensejahterakan dari UMKM yang ada di desa dengan produk dumbeg. Bagaimana dengan UMKM yang lain, produk dari literasi masyarakat di desa, produk dari duta baca, produk dari perpustakaan desa, dan sebagainya,” terangnya.

G-Guyub rukun. Karena membuat dumbeg pasti tidak akan sendiri, ada nilai gotong royong, sama halnya dengan literasi.

“Literasi juga butuh kolaborasi. Kolaborasi ini dari unsur Forkopimda, kemudian dari mitra-mitra kami, semua perangkat daerah mempunyai andil, mempunyai peran untuk ini. Dan Kabupaten Blora mempunyai 600 SD dan 102 SMP, sama halnya desa, sekolah ini pun wajib bukunya harus ada perpustakaan yang mampu menggairahkan minat baca, artinya bukan sekadar ada, tetapi perpustakaan itu betul-betul dapat dimanfaatkan, tidak hanya anak didik, tetapi masyarakat di sekitar sekolah pun harus terlibat dalam literasi di sekolah. Termasuk perangkat daerah, juga harus ada perpustakaan,” bebernya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Rahmah Nur Hayati, S.K.M, M.Kes, mengungkapkan lebih lanjut bahwa dengan potensi seperti itu membawa Blora dalam Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi, dan masuk urutan kedua, di bawah Kabupaten Kudus.

“Kemudian untuk tingkat kegemaran membaca Blora itu pun keren. Rangking tiga tahun 2025 dari 35 Kabupaten/Kota, di atas provinsi. Selanjutnya Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat, untuk Blora kemarin di rangking sembilan,” kata dia.


Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong penguatan budaya literasi

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, seluruh perangkat daerah, insan perpustakaan, pegiat literasi, komunitas, dunia pendidikan, panitia, para pendukung acara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Festival Literasi Blora Tahun 2026.

Pelaksanaan Festival Literasi Blora 2026 ini terlaksana melalui dukungan Dana Alokasi Khusus Nonfisik dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Program Pengembangan Perpustakaan Daerah Tahun 2026.

Tema yang diusung hari ini adalah “Nyalakan Cerita, Literasi Blora Mendunia.” Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi semangat bersama untuk membangun budaya literasi yang kuat, inklusif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman,” terangnya.

“Pemerintah Kabupaten Blora terus mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing masyarakat. Kita ingin membangun masyarakat Blora yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, produktif, dan berkontribusi dalam pembangunan,” kata Bupati Arief Rohman.

Pemerintah Kabupaten Blora juga terus mengembangkan berbagai program untuk mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, antara lain Program Sedekah Buku, Gebyar Literasi di berbagai wilayah Kabupaten Blora, Pengukuhan Bunda Literasi Desa/Kelurahan, Pengukuhan Duta Baca Desa/Kelurahan, serta berbagai pelatihan, lomba, dan kegiatan pengembangan perpustakaan dan literasi.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Blora untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan dan informasi.

“Saya berharap Festival Literasi Blora Tahun 2026 tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat gerakan literasi secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Blora,” kata Bupati Blora Arief Rohman.

“Mari kita bersama-sama membangun masyarakat Blora yang cerdas, berkarakter, kreatif, produktif, dan berdaya saing, sehingga literasi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan menjadi kekuatan dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Blora yang maju dan berkelanjutan.” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Bupati membuka secara langsung Festival Literasi Blora Tahun 2026.

“Selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Festival Literasi Blora 2026. Mari kita Nyalakan Cerita, Literasi Blora Mendunia. Salam Literasi !” pungkasnya.

Usai membuka FLB 2026, Bupati Blora Arief Rohman menerima karya film dari Dekranasda Blora berjudul "Jati Sakti Lestari". Selanjutnya diserahkan kepada Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho, S.Sos., MM., untuk disebarluaskan kepada seluruh masyarakat.

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D juga menyampaikan arahan dan apresiasi secara daring di acara pembukaan FLB 2026.

Komentar0


 

Type above and press Enter to search.

Support Team

Klik salah satu perwakilan kami di bawah ini untuk mengobrol di WhatsApp
Powered by credit Walive.my.id

Ada yang bisa saya bantu?